Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Everything I Do

Buka file-file lama. Ketemu cerpen ini. Jadi teringat kenangan waktu cerpen ini jadi juara dua di salah satu perlombaan. Senang sekali mengingat waktu itu saingannya banyak banget dan kesempatan untuk menang sedikit. Hihi. Selamat menikmati saja...

EVERYTHING I DO

“Kanker usus stadium dua. Harus dilakukan operasi pengambilan sel kanker. Kemungkinan berhasil memang tidak 100%, tapi ini dapat menghambat sel kanker untuk menjalar lebih jauh ke organ tubuh lainnya. Lebih baik dicoba, jika tidak… maka kemungkinan hidupmu akan menipis…”

Arghhh!! Aku menunduk sambil memegangi perutku yang melilit. Mendadak aku ingat perkataan Dokter Anwar kemarin. Kanker usus? Stadium dua? Untuk seorang Fauziah yang baru saja menginjakkan kaki di kelas 2 SMA?

Hhh… nggak mungkin! Ini pasti mimpi! Mimpi!


Ketika Bagas Naksir Eira

Lagi bukak-bukak file lama di komputer ... Muncul juga ni file terpendam  ... Ku aja ampe lupa buatnya kapan ... Hahags ... Yeah, daripada mendem aja mending dikeluarin deeh ... Silahkan dinikmatii ... Heheheh

Kalau ada satu alasan yang membuat Eira betah di acara rapat OSIS yang menurutnya membosankan ini pasti itu adalah komik Naruto yang paginya dibawakan Rendra ke sekolah dan sekarang tengah ia baca, mengacuhkan Olga yang sibuk berkoar-koar entah apa di depan sana. Terus terang, Eira tuh males banget kalau disuruh menyisihkan waktu pulang sekolahnya untuk kumpul nggak jelas dengan dalil rapat seperti ini. Iya, sih, awalnya memang membahas tentang acara tujuh belasan besok. Tapi, selanjutnya, selanjutnya... apa coba? Mulut Olga itu malah nyerocos nggak jelas tentang adik kelas yang kurang sportif lah, kakak kelas yang kurang inisiatif lah, teman seangkatannya yang sok-sokan lah, sampe ide lomba masaknya yang ditolak abis-abisan sama peserta rapat. (Lah, kok jadi nyambung ya?)


Kenangan Ramadhanku...

Ne cerpenku yang menang waktu lomba PENSIL di Unsoed tahun 2006 lalu...
Kenangan manis dee... soalnya ne pertama kalinya aku kirim cerpenku buat lomba dan berhasil jadi Juara Pertama... yeeee!!!


Emang Nggak Boleh?!
By : uya
Riri berdecak kagum menatap dirinya berada di atas panggung. Kostum meriah membalut tubuhnya yang kecil. Dengan diiringi musik yang menghentak, dia menyanyikan sebuah lagu. Ajaib! Suaranya merdu! Akhirnya… setelah sekian lama menanti, hari ini datang juga…
“LEEEELAKIII BUAYA DARAT, BUSET! AKU KETIPU LAGI… WUOO!!”
BYUUUR!!